Kronologis "SURROGATES"
Kisah "Surrogates"
KETERGANTUNGAN manusia terhadap teknologi sudah tidak bisa dielakkan lagi. Mulai dari listrik, telepon selular, komputer, hingga internet. Fenomena ketergantungan itu pula yang menjadi dasar cerita dari film bergenre sci-fi thriller "Surrogates". Namun, film ini ingin membawa penonton untuk membayangkan lebih jauh akan ketergantungan manusia pada teknologi.
Dengan adanya robot pengganti itu, manusia yang sesungguhnya tinggal berbaring saja di rumah sambil mengendalikan robot melalui kontrol di syaraf otaknya. Resiko kecelakaan yang terjadi di luar rumah pun terhindarkan. Hal itu karena pabrik pembuat robot pengganti mengklaim bahwa kerusakan apa pun yang terjadi pada robot pengganti, tidak akan mempengaruhi manusia yang mengendalikannya atau dalam film ini disebut operator.
Genre : Sci-Fi Thriller
Rilis : Oktober 2009
Pemain : Bruce Willis, Radha Mitchell, Rosamund Pike, James Francis Ginty, Boris Kodjoe, dan Ving Rhames
Sutradara : Jonathan Mostow
Kisah "Surrogates"
KETERGANTUNGAN manusia terhadap teknologi sudah tidak bisa dielakkan lagi. Mulai dari listrik, telepon selular, komputer, hingga internet. Fenomena ketergantungan itu pula yang menjadi dasar cerita dari film bergenre sci-fi thriller "Surrogates". Namun, film ini ingin membawa penonton untuk membayangkan lebih jauh akan ketergantungan manusia pada teknologi.
Bagaimana bila kecanduan manusia akan teknologi semakin menjadi karena munculnya robot pengganti. Robot itu berwujud seperti manusia yang bisa dikendalikan dari jarak jauh hanya melalui kendali syaraf di otak. Penampilan robot itu pun tidak dibuat seperti film science lainnya yang hanya terlihat seperti susunan besi belaka. Namun, mereka dibuat seperti manusia yang memiliki alat indera seperti kulit , mata, rambut, suara, serta bisa bergerak hampir mirip seperti aslinya.
Dengan adanya robot pengganti itu, manusia yang sesungguhnya tinggal berbaring saja di rumah sambil mengendalikan robot melalui kontrol di syaraf otaknya. Resiko kecelakaan yang terjadi di luar rumah pun terhindarkan. Hal itu karena pabrik pembuat robot pengganti mengklaim bahwa kerusakan apa pun yang terjadi pada robot pengganti, tidak akan mempengaruhi manusia yang mengendalikannya atau dalam film ini disebut operator.Namanya juga manusia yang ingin terlihat lebih sempurna, tentu saja penampilan robot mereka dibuat lebih baik dari aslinya. Mulai dari badan yang lebih tinggi langsing, kerutan di muka yang dihilangkan, kulit lebih halus atau rekayasa bentuk tubuh dan wajah lainnya. Bahkan rekayasa itu sering sangat berlebihan dibandingkan dengan aslinya. Bisa laki-laki yang sebelumnya sangat gemuk, pendek dan botak, dalam robot berubah menjadi wanita yang langsing, tinggi, dan pirang.
Kecanduan ini memang menimbulkan banyak keuntungan bagi manusia seperti tingkat keamanan yang tinggi dan menumbuhkan rasa percaya diri. Namun, di sisi lain manusia semakin terjebak dalam kepalsuan dan kenyataan dalam menghadapi hidupnya. Badan yang semakin membengkak dan kerutan pada wajah merupakan proses alami yang tidak bisa dihindarkan sepenuhnya.
Kenyamanan dalam candu teknologi tersebut, tiba-tiba terusik saat timbul kejadian yang menggemparkan di suatu malam. Seorang robot pengganti rusak tertembak sinar laser yang menyebabkan bagian matanya hangus serta tidak bisa digunakan lagi.
Namun, yang paling mengejutkan adalah ketika polisi mengetahui bahwa operator yang mengendalikan robot itu juga tewas mengenaskan. Kondisi matanya mengeluarkan darah dan saat diperiksa, otaknya pun telah pecah. Suatu kenyataan mengejutkan karena pada saat itu, orang-orang yang mengoperasikan benda tersebut yakin bahwa robot yang digunakan sangat aman.
Agen FBI Tom Greer (Bruce Willis) dan Peters (Radha Mitchell) menyelidiki kejadian misterius ini. Siapakah orang yang telah membuat alat pembunuh tersebut?

Cerita film yang digarap oleh Jonathan Mostow ini diambil dari salah satu komik berjudul sama. Komik ini dirilis sepanjang Juli 2005 sampai maret 2006 yang dibuat oleh Robert Venditi sebagai penulis cerita dan Brett Weldele sebagai artist dan colorist. cerita ini kemudian dibuat novel grafiknya oleh Vanditti.
Tentang Sutradara "Surrogates"
Jonathan Mostow yang sebelumnya menggarap film box office "U-571" dan "Terminator 3: Rise of the Machines" menampilkan cerita teka teki dalam film ini secara rumit. Pengungkapan misteri yang ditampilkan pun dibuat secara acak dengan disisipi ketegangan dan tentu saja aksi laga dari aktor Bruce Willis. Namun, seolah ingin menonjolkan sisi laga dan efek dari adegan, plot cerita dalam film ini terlalu banyak menampilkan konflik yang justru akan membingungkan orang yang menontonnya.Kecanggihan teknologi ciri khas science-fiction disuguhkan Jonathan Mostow secara optimal. Bercerita tentang robot, Mostow pun bekerja sama dengan ilmuwan Jepang Hiroshi Ishiguro untuk membuat replika manusia yang banyak ditampilkan di film tersebut.
Namun di sisi lain, film ini pun mampu mengobati kerinduan penonton akan aksi Bruce Willis yang bermain dalam film laga. Pasalnya, aktor kelahiran Jerman Barat ini terakhir bermain dalam film "Live Free For Die Hard" pada tahun 2007.
Film ini pun memiliki filosofi yang dalam tentang kehidupan manusia. Seolah ingin mengingatkan manusia untuk kembali pada fitrahnya, karena tidak ada produk mana pun yang bisa lebih baik selain yang diproduksi Sang Pencipta.
0 komentar:
Post a Comment